Sabtu, 21 Mei 2011

Konstruktivisme


LAPORAN BACAAN
Konstruktivisme
Sumber : Robert Jackson & George Sorensen, Pengantar Studi Hubungan Internasional, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009. hlm.307-310.

A.  Ide Utama
                  Perspektif Konstruktivisme dalam HI, memiliki pemikiran kunci bahwa dunia sosial, termasuk hubungan internasional merupakan suatu konstruksi manusia. Menurut Konstruktivisme, dunia sosial bukanlah sesuatu yang natural ataupun real dan bukan suatu yang given, melainkan dunia sosial merupakan wilayah intersubjektif, dunia sosial sangat berarti bagi masyarakat yang membuatnya dan hidup di dalamnya serta yang memahaminya. Dunia sosial dibuat atau dibentuk oleh masyrakat pada waktu dan tempat tertentu.
                  Kaum Konstruktivisme sebagiam sejalan dengan kaum Posmodernisme yang percaya bahwa tidak ada sesuatu seperti kebenaran. Konstruktivisme sepakat dengan kaum positivis bahwa kita dapat mengakumulasi pengetahuan tentang dunia, serta menekankan peran pemikiran, pengetahuan bersama atas dunia sosial.
                  Menurut Alexander Wendt (1992) mendapatkan inti metodologi dari konstruktivisme HI : 'anarki adalah apa yang dibuat negara darinya'. Tidak ada dunia internasional objektif terpisah dari praktik-praktik dan institusi-institusi yang diatur oleh negara.
                  Negara-negara membangun satu sama lain dalam hubungan mereka. Singkatnya, dunia politik termasuk hubungan internasional diciptakan dan dibentuk seluruhnya oleh masyarakat. Tidak ada satupun masyarakat yang hidup di luar aktivitas manusia tersebut atau bebas darinya. Konstruktivis sepakat dengan Positivis bahwa kita dapat membangun teori-teori empiris yang menjelaskan apa yang sedang terjadi dalam hubungan internasional. Seperti yang ditekankan oleh Wendt 'kaum konstruktivis hanya mencoba menjelaskan dunia'.
                 
B.  Daftar Konsep-Konsep
                Absolute Gain (?), Relative Gain (?), Critical of Interpretivism (?)
-
C.  Identifikasi Tujuan Utama Penulis
Menjelaskan peran Konstruktivisme dalam HI mengenai kontribusi kaum konstruktivis terhadap penegasan pemahaman mengenai dunia, struktur dunia yang merupakan hasil dari hubungan intersubjektif.
Menjelaskan peran Konstruktivisme dalam HI mengenai keberadaan manusia sebagai individu maupun negara sebagai aktor yang mengkonstruksikan keadaan sosial seperti anarki, dilema keamanan.

D.  Opini Mahasiswa
                  Mengenai konstruktivisme dalam HI, penulis berpendapat bahwa, alangkah idealnya suatu struktur dunia dalam pandangan kaum konstruktivis. Karena kaum konstruktivis yang mengedepankan hubungan intersubjektif, yang pada akhirnya menyepakati pada pemahaman dan pengetahuan bersama, akan bisa menerka tatanan dunia seperti apa yang bisa mereka konstruksikan agar menjadi tatanan dunia yang ideal.
                  Di samping itu, kami setuju dengan konsep konstruktivis mengenai struktur sosial seperti adanya tiga elemen yaitu pengetahuan bersama, sumber daya material dan praktek. Semakin memperkuat langkah-langkah untuk memahami ranah hubungan internasional. Suatu pengetahuan bersama akan menciptakan kesepakatan yang solid untuk membangun struktur sosial yang lebih baik.

E.   Jawaban Pertanyaan
·               Apakah ras adalah produk konstruksi sosial atau sesuatu yang 'real'?
            Ras adalah produk konstruksi sosial. Karena, jika melihat sejarah maka tidak          akan berbeda pembahasannya mengenai sebuah peradaban. Banyaknya     pengetahuan yang berasal dari manusia yang berbeda-beda, mengindikasikan         bahwa beragamnya wacana-wacana yang muncul pada akhirnya juga akan     membentuk pada pemahaman yang baru, begitu juga ras, merupakan olah pikir       manusia, yang di dalamnya terjadi gesekan-gesakan antar kelompok, ataupun             perbedaan menyebabkan terkotak-kotaknya kelompok tersebut menurut apa      yang telah manusia tersebut wacana-kan sebelumnya.
·               Apakah gender adalah produk konstruksi sosial atau sesuatu yang 'real'?
            Gender adalah produk konstruksi sosial. Karena jelas, kemunculan gender sangat dipengaruhi oleh perubahan zaman, keadaaan kultural yang kemudian             dalam hal ini terdapat hubungan intersubjektif yaitu antar manusia. Gender   merupakan hasil konstruksi manusia (dalam hal ini lebih spesifik, antara laki-laki      dan perempuan) yang saling berinteraksi, yaitu kecenderungan pembentukan          terhadap perilaku dan sikap dari laki-laki dan perempuan.
·               Apakah neraka adalah produk konstruksi sosial atau sesuatu yang 'real'?
            Neraka adalah produk konstruksi sosial. Karena, sejauh pemahaman atau    pengetahuan  manusia tentang neraka, manusia hanya sebatas mendeskripsikan       nya lewat data-data empiris mengenai neraka, misalnya melalui Al-Qur'an.    Bahwa antara manusia satu dengan manusia yang lainnya, saling membangun             sebuah pengetahuan mengenai neraka, sehingga hasil pemikiran mereka       dimanifestasikan hanya sebatas konstruksi sosial yang bersifat wacana.          Sedangkan, bentuk realnya neraka itu, manusia sulit bahkan tidak bisa        melihatnya, karena bersifat metafisis.
·               Apakah dominasi power dalam HI adalah outcome dari konstruksi sosial atau        sesuatu yang memang natural
                Dominasi power dalam HI adalah sesuatu yang alami. Karena merujuk pada Pendapat Hobbes, bahwa manusia itu pada dasarnya jahat, serta mengacu pada istilah Homo homini lupus (bahwa manusia yang satu memangsa manusia yang lainnya), memperkuat alasan bahwa dominasi kekuatan lebih bersifat alami, karena sifat manusia yang individualistik, yang mementingkan dirinya sendiri berupaya menguasai manusia yang lain, tanpa sempat memikirkan kesamaan pemikiran atau pemahaman. Begitupun dalam HI, negara tanpa adanya pemahaman yang sama sebelumnya, terus berusaha meningkatkan power untuk mendominasi, yang tentu hal itu bukan harapan bersama, melainkan lebih bersifat individualistik.
               



Tidak ada komentar:

Posting Komentar